Pengertian dan Contoh dari Langkah Langkah Metode Ilmiah
Pengertian dan Contoh dari Langkah Langkah Metode Ilmiah
Metode ilmiah adalah cara atau prosedur dalam memperoleh pengetahuan secara ilmiah. Metode ilmiah merupakan bagian yang paling penting dalam mempelajari ilmu alamiah. Pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah diharapkan mempunyai karakteristik-karakteristik tertentu, yakni sifat rasional dan teruji, sehingga pengetahuan yang disusun dapat diandalkan. Dalam hal ini metode ilmiah menggabungkan cara berpikir induktif dan cara berpikir deduktif. dalam membangun tubuh pengetahuannya.
Cara berpikir deduktif adalah cara berpikir dimana ditarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan. Pernyataan yang mendukung silogismus disebut premis. Premis dibedakan sebagai premis mayor dan premis minor. Kesimpulan merupakan pengetahuan yang didapat dari penalaran deduktif berdasarkan kedua premis tersebut.
Cara berpikir deduktif terkait dengan pengetahuan rasionalisme. Pengetahuan ini memberikan sifat rasional kepada pengetahuan ilmiah dan bersifat konsisten dengan pengetahuan yang telah dikumulkan sebelumnya. Rasionalisme adalah paham yang berpendapat bahwa rasio adalah sumber kebenaran.
Cara berpikir induktif adalah cara berpikir yang menarik kesimpulan yang bersifat umum dari pernyataan khusus. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan pernyataan yang memiliki ruang lingkup terbatas dalam menyusun argumentasi, dan diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.
Cara berpikir induktif terkait dengan empirisme, dimana dibutuhkan fakta fakta yang mendukung. Empirisme adalah paham yang berpendapat bahwa fakta yang tertangkap lewat pengalaman manusia merupakan sumber kebenaran.
Dalam metode ilmiah, pendekatan rasional digabungkan dengan pendekatan empiris. Secara sederhana hal ini berarti bahwa semua teori ilmiah harus memenuhi 2 syarat utama, yaitu :
- Harus konsisten dengan teori teori sebelumnya yang memungkinkan tidak terjadinya kontradiksi dalam teori keilmuan secara keseluruhan.
- Harus cocok dengan fakta fakta empiris, sebab teori yang bagaimanapun konsistennya, jika tidak didukung oleh pengujian empiris, tidak dapat diterima kebenarannya secara ilmiah.
1. Penentuan Masalah
Menentukan masalah penelitian merupakan langkah pertama yang harus dilakukan dalam penelitian ilmiah, dan menjadi pusat perhatian dalam penyusunan proposal penelitian. Masalah yang akan digarap dan dipecahkan dalam penelitian pada umumnya berupa suatu yang ideal. Namum perlu diperhatikan bahwa idenya suatu masalah yang dipilih harus diikuti dengan pendekatan yang paling tepat, memiliki peluang berhasil paling tinggi, dan sedapat mungkin paling sederhana agar kepastian untuk dapat menyelesaikan tugas dalam mencari jawaban atas masalah tersebut dapat terwujud.Contoh :
- Krisis ekonomi
- Persaingan yang ketat
- Selera konsumen yang senantiasa berubah
2. Perumusan Kerangka Masalah
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan kerangka masalah, yaitu :
- Masalah harus dirumuskan dengan jelas dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda
- Rumusan masalah hendaknya dapat mengungkapkan hubungan antara dua variabel atau lebih
- Rumusan masalah dapat dituangkan dalam bentuk kalimat tanya atau pernyataan
- Apakah ada hubungan antara strategi pemasaran, pelayanan, harga, kelengkapan barang,dan promosi dengan keputusan pembelian?
- Bagaimana pengaruh strategi pemasaran, pelayanan, harga, kelengkapan barang,dan promosi terhadap keputusan pembelian?
3. Pengajuan Hipotesis
Tidak semua penelitian harus ada hipotesis. Penelitian yang bersifat eksploratif dan deskriptif sering atau bahkan tidak perlu merumuskan hipotesis. Hipotesis merupakan jawaban sementara atau dugaan jawaban pertanyaan yang diajukan terhadap rumusan masalah penelitian.
Contoh :
- Pelayanan, harga, kelengkapan barang, dan promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian
4. Deduksi dari Hipotesis
Deduksi dari hipotesis adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan.Contoh :
- Analisis Data : Regresi, Uji F dan Uji T
5. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis merupakan suatu tahapan dalam proses penelitian dalam rangka menentukan jawaban apakah hipotesis ditolak atau diterima.
Contoh :
Hasilnya adalah pelayanan, harga, kelengkapan barang, dan promosi memengaruhi keputusan pembelian.
6. Penerimaan Hipotesis menjadi Teori
Untuk membuktikan kebenaran suatu hipotesis, seorang peneliti dapat dengan sengaja menciptakan suatu gejala, yakni melalui percobaan atau penelitian. Jika sebuah hipotesis telah teruji kebenarannya, maka hipotesis akan disebut teori.
Contoh :
Pelayanan, harga, kelengkapan barang, dan promosi adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Sumber :
http://srava_chrisdes.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/58756/Pengantar+Ilmu+Alamiah+Dasar.pdf
https://slideplayer.info/slide/3752516/
https://mujahidinimeis.wordpress.com/2011/01/18/menentukan-masalah-penelitian/
https://prezi.com/vdt2wwslzxl-/landasan-teori-dan-pengajuan-hipotesis/
https://brainly.co.id/tugas/16646398
http://sosiologis.com/pengujian-hipotesis
http://ciputrauceo.net/blog/2016/1/11/pengertian-hipotesis-dan-langkah-perumusan-hipotesis
Sumber :
http://srava_chrisdes.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/58756/Pengantar+Ilmu+Alamiah+Dasar.pdf
https://slideplayer.info/slide/3752516/
https://mujahidinimeis.wordpress.com/2011/01/18/menentukan-masalah-penelitian/
https://prezi.com/vdt2wwslzxl-/landasan-teori-dan-pengajuan-hipotesis/
https://brainly.co.id/tugas/16646398
http://sosiologis.com/pengujian-hipotesis
http://ciputrauceo.net/blog/2016/1/11/pengertian-hipotesis-dan-langkah-perumusan-hipotesis

Komentar
Posting Komentar